Ini prestasi yang sangat membanggakan bagi dunia pendidikan Provinsi Jambi. Kepala SMA Negeri 1 Rantau Rasau Kabupaten Tanjung Jabung Timur, santi Wirda SPd, jadi duta Jambi dalam Konferensi Nasional ‘Best Practices’ Kepala Sekolah (Kepsek), di Hotel Mirah Bogor,30 November s.d 2 Desember 2007 yang diselenggarakan Direktorat Ketenagaan, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Pendidikan Depdiknas.
Surya Dharma MPA PhD selaku Direktur Ketenagaan, mengatakan Best Practices adalah praktek terbaik yang telah dilakukan selama menjadi Kepsek. Satu di antaranya upaya peningkatan kemampuan pemecahan masalah secara kreatif inovatif melalui pemamfaatan ‘kisah sukses’ yang akan menjadi sumber inspirasi bagi koleganya secara luas.
DR Abi Sujak Kasubdit Program Dit Tendik Dirjen PMPTK, mengatakan, saat ini diperkirakan jumlah kepsek dari TK/RA hingga SMA/SMK mencapai 256.000 orang, meski sebagian mereka belum memenuhi kompetensi yang diharapkan. Namun dari mereka ada yang memiliki prestasi prima karena mempunyai visi masa depan yang baik, berkharisma, berkomitmen tinggi, kerjakeras dan kiprahnya sangat nyata dalam memajukan sekolahnya, sehingga menjadi sosok yang diidolakan.
Ketua pelaksana DR Joko Suprapto dosen UNDIP, mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kepsek di dalam mempresentasekan karya best practices-nya dalam forum ilmiah sekaligus mendesiminasikan hasil-hasil best practices-nya yang telah dipilih dan disajikan dalam konferensi.
Peserta dari kegiatan ini adalah kepsek/mantan kepsek yang telahmengirimkan proposal ‘bestpractices’ dan telah dinilai kelayakannya sehingga yang bersangkutan berhakmengikuti kegiatan tersebut. Jumlah peserta 100 terdiri atas SD 32, SMP 36, SMK 18 dan SMA 14. Untuk wilayah jambi diwakili Santi Wirda SPd, Kepala SMA Negeri 1 Rantau Rasau dengan judul ‘Tekadku Pengabdian yang Tulus’ dan Menggagas Pembelajaran berbasis ICT melalui Pemberdayaan Masyarakat.
Wajar bila Santi Wirda jadi duta Jambi. Mengingat kiprahnya memajukan sekolah. Oktober 2004 jadi kepsek, langsung bangun pagar dengan dana sendiri untuk menciptakan kultur sekolah, kuota blokgrant rkb 2 dijadikan 4 rkb bersama komite, kendatipun sempat dijatuhkan hukuman disiplin PP 30 oleh Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim 2006 akibat perbuatan tersebut, tapi ia tak henti berbuat, dan terakhir membangun wibesite dan pembelajaran berbasis ICT juga dari pemberdayaan masyarakat sehingga sekolah ini menjadi Rintisan Sekolah Kategori Mandiri.( Doris Citra Busnardi)
Ditulis oleh dorisrasau
Ditulis oleh dorisrasau